Minggu, 12 Maret 2017

Terbongkarnya Secret Admirer


Barusan tanpa sengaja saya menonton sponsor video air mineral di media sosial yang menggunakan narasi secret admirer atau pengagum rahasia. Berhubung saya sedang sendirian di kamar hotel dengan jeda waktu yang sedemikian panjang ini, mari saya ceritakan secret admirer versi saya.
Jangan ngarep cerita ini berupa romansah macam di drama Korea, pilem-pilem atau iklan tv itu. Sama sekali bukan. Secret admirer saya adalah sikap teladan dari orang yang berusaha melakukan kebaikan tanpa harus diketahui orang lain. Seperti ungkapan “tangan kanan memberi, tangan kiri tak mengetahui”. Sedekah secara sembunyi sembunyi. Jadi sebenarnya kurang tepat sih kalau disebut pengagum rahasia, lebih tepatnya DERMAWAN RAHASIA.

Ceritanye, saya ini masa kecilnya mengalami saat-saat memprihatinkan. Tidak kebagian menikmati kemakmuran orang tua karena sepeninggal mereka kehidupan kami langsung tengkurep, nyungsruk, seperti roda yang berputar kami mengalami level berada di bawah. Tapi sesulit apapun, saya nekat tetap melanjutkan sekolah. Masa SMP adalah masa paling bokek, dalam hidup saya. Saya sering nunggak SPP bahkan sampai 8 bulan, pernah  dibayari cicilan uang gedung dan LKS oleh guru, pernah berhari-hari gak makan tapi cuma diam, gak mau cerita, karena malu dan gak suka minta, sampai tepar gak bisa masuk sekolah padahal sudah pakai seragam, karena saking lemesnya. Saya mual muntah muntah karena perut kaget diisi makanan setelah 4 hari sama sekali gak ada yang bisa dimakan. Nah karena sepertinya ada teman sekelas saya yang memahami karakter saya, maka jadilah dia Si Dermawan Rahasia itu. Sering tiba-tiba di tas saya ada duit entah dari siapa. Macam kantong Doraemon, duit itu menyelamatkan saya. Kejadian itu sering sekali saya alami. Tepatnya sejak saya kelas 2 SMP. Awalnya sih saya tidak tahu siapa orangnya, tapi karena kejadian itu pernah muncul tiba-tiba saat saya SMK, pastilah orang itu teman baik saya yang kita pernah sekelas dari SMP sampai SMK.
Kenapa kisah ini saya ceritakan? Barangkali ini bisa jadi inspirasi kita biar jadi dermawan rahasia. Gak harus berupa uang, tapi apapun yang orang lain butuhkan. Yang saya alami pun begitu, dulu saya cuma bocah cilik yatim piatu yang miskin, rasanya malu sekali kalau mau ngasih apa-apa ke orang lain yang keliahatan lebih mampu. Seringnya orang tidak mau menerima pemberian saya. Jadi diam-diam saja, apa yang orang lain butuhkan, diam-diam kita berikan. Cara ini ampuh diterapkan. Sampai saya besar, sampai saya kuliah atau sampai saat sekarang. Kadang-kadang cara seperti itu diperlukan pada sikon-sikon tertentu yang menjadikan kita harus berbuat seperti pengangum rahasia.

Bogor, 12 Maret 2017
Catatan di kala sepi, di Hotel IZI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Do I love my job?

Do I love my job? Pekerjaan saya boleh dibilang lumayan prestisius. Saya seorang finance dan juga human resources di perusahaan ekspo...